Skip to content

Sejarah dan Larangan Judi di Indonesia 

Written by

admin

Bandarqq – Berbicara mengenai uang, mendapatkan dan mencari uang adalah dua hal yang berbeda. Umumnya, mencari uang adalah pekerjaan mengais rejeki, atau dalam artian lain melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Seseorang akan mencari uang dengan cara melakukan suatu usaha dan pengorbanan, misalnya melakukan pekerjaan yang saat ini dilakoni. Dengan bekerja, ia akan mengeluarkan tenaga atau ilmu/kemampuan dengan imbalan atau upah berupa uang.

Sementara, mendapatkan uang bisa saja terjadi dalam waktu-waktu tertentu atau waktu istimewa tanpa perlu bekerja. Namun, hal itu biasanya tidak terjadi setiap hari. Ada faktor keberuntungan dari masing-masing orang, atau kesempatan yang sedang memihak padanya.

Salah satu contoh mendapatkan uang adalah ketika seseorang memenangkan undian. Bisa juga hanya dengan iseng-iseng mendaftarkan diri di media sosial dan mengikuti event atau giveaway, lalu namanya muncul sebagai pemenang. 

Salah satu cara mendapatkan uang yang dilakukan sejumlah orang adalah berjudi bandarqq.Bahkan, saat ini judi juga bisa dilakukan secara online. Padahal, tak hanya agama, pemerintah juga telah membuat larangan judi di Indonesia.

Namun, tahukah Anda bahwa judi sudah ada sejak dahulu? Sebelum mengulas sejarahnya, Anda harus tahu bahwa salah satu alasan judi dilarang adalah karena menimbulkan candu atau ketagihan.

Sifat ketagihan tersebut membuat pelaku judi, baik judi togel atau judi lainnya menjadi malas. Kemalasan yang pada dasarnya merupakan sifat alami manusia, jadi semakin dimanja dengan adanya perolehan uang pada kesempatan tertentu, seperti undian atau lotre.

Selain memenangkan undian atau lotre, cara mendapatkan uang tanpa harus bekerja keras, yang paling terkenal saat ini adalah melakukan judi secara online.

Judi tersebut bisa dimainkan dengan modal sedikit. Apabila mendapatkan kemenangan, pelaku judi tidak perlu berkorban banyak demi mendapatkan uang untuk mencukupi kebutuhannya.

Pelaku judi juga hanya perlu memiliki kepercayaan diri dan keberanian untuk bertaruh dengan nominal uang yang disepakati.

Sebagaimana judi lainnya, judi online juga dilarang keras. Pemerintah juga telah mengeluarkan larangan judi di Indonesia sebagai upaya memberantas perjudian di negara ini.

Salah satu alasan negara melarang judi adalah karena mengganggu tingkat produktivitas para penduduk. Kondisi tersebut menyebabkan naiknya angka kasus kriminal setiap hari.

Lantas, bagaimana sebenarnya asal mula adanya judi? Bagaimana sejarahnya dan mengapa judi dilarang?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, simak ulasan di bawah ini:

Perjudian Sudah Ada Sejak Jaman Prasejarah

Sama halnya dengan dosa dan pahala, kebiasaan melakukan perbuatan baik dan hal buruk juga telah ada sejak zaman prasejarah. Salah satu perilaku dan hal buruk yang telah ada dan dilakukan sejak zaman prasejarah adalah perjudian atau kegiatan bertaruh.

Di zaman itu, yaitu pada zaman Yunani kuno, perjudian telah diperkenalkan dan dilakukan oleh para penduduk Yunani kuno dengan bebas tanpa ada batasan. 

Umumnya, kegiatan judi di sana diketahui dan dilakukan oleh para oknum yang mengaku sebagai cenayang/peramal/dukun, atau sebutan lainnya. Di mana, mereka adalah orang-orang yang dianggap memiliki keunggulan dari manusia lainnya. 

Di zaman itu belum ada pelarangan judi atau taruhan seperti larangan judi di Indonesia saat ini. Perjudian di zaman itu dilakukan menggunakan peralatan primitif, seperti batu, tulang hewan, dan kayu panjang, dengan cara melemparkan benda tersebut ke udara, lalu melihat posisi jatuhnya di tanah.

Tak jarang pertaruhan tersebut memicu timbulnya kericuhan dan kekacauan. Sebab, ada satu atau dua hal yang membuat salah satu pihak tidak berkenan, lalu terjadi saling menyerang di antara mereka.

Akibat hal tersebut, terjadi kerugian massal pada saat itu. Oleh karena itu, kegiatan perjudian atau pertaruhan itu pun sempat dilarang agar tidak semakin menimbulkan kekacauan.

Perjudian yang Berlangsung di Era Romawi Kuno

Selain pada masa Yunani Kuno, di era Romawi kuno juga masyarakat telah mengenal permainan judi. Namun, masyarakat di zaman Romawi kuno melakukan melakukan perjudian dengan cara melempar koin.

Koin yang dilempar akan jatuh ke tanah. Dari situlah pemain akan bertaruh dengan memilih, apakah bagian muka atau belakang yang akan terlihat di permukaan.

Sama halnya dengan judi di zaman Yunani kuno, di era ini juga tidak ada pelarangan judi seperti larangan judi di Indonesia.

Permainan judi ini sangat popular, sehingga para raja besar menjadikannya sebagai salah satu permainan wajib yang harus dilakukan saat ada jamuan besar.

Selain itu, permainan taruhan ini juga harus dilakukan saat ada pesta atau perayaan berkumpulnya rakyat dengan anggota kerajaan.

Namun, setelah sempat berjaya, permainan judi di era ini sudah tidak ditemukan lagi tanda-tanda dan jejak keberadaannya sejak kejayaan Romawi kuno runtuh.

Perjudian di Indonesia Sudah Ada Sejak Zaman Belanda

Di Indonesia sendiri, perjudian telah ada sejak zaman Belanda atau sejak Belanda menjajah negeri ini selama ratusan tahun lamanya. 

Pada masa itu, judi dilakukan dalam bentuk undian lotre. Istilah lain atau nama keren judi tersebut dikenal oleh para penduduk saat itu dengan sebutan judi buntut. 

Judi buntut ini dilakukan di balik kedok pacuan kuda. Di mana, uang-uang dari orang-orang yang bertaruh akan dikumpulkan di sana dan diundi di akhir pacuan kuda.

Permainan judi berkedok undian lotre ini mempunyai efek yang merusak moral masyarakat, serta mematikan semangat produktivitas dan kerja keras. Oleh karena itu, pada tahun 1965, presiden Soekarno memberikan pernyataan bahwa judi dengan jenis lotre ini tidak boleh diselenggarakan. 

Demikianlah sejarah judi serta larangan judi di Indonesia. Pikirkan dampak buruknya sebelum Anda ikut-ikutan berjudi.

 

Previous article

Pantangan Penting Dalam Judi Slot Online Yang Seringkali Dilupakan

Next article

Situs Bandarqq Yang Terpercaya dan Membawa Keuntungan

Join the discussion

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *